Membaca riwayat hidup Buya AR. ST. Mansoer, berarti kita membalik sejarah perjuangan Muhammadiyah masa lalu. Meskipun tidak semua kita dapat bertemu dengan beliau, namun dari literatur dan tutur kata yang kita baca dan dengar dari pendahulu-pendahulu kita di Sumatera Barat maupun tempat lain, kita akan tahu bahwa beliau adalah seorang tokoh panutan, seorang ulama karismatik yang dengan yakin memimpin dan menanamkan ruh Tauhid kepada anggota dan pemimpin Muhammadiyah di Indonesia selama 2 Periode kepemimpinannya (1953-1956 dan 1956-1959).